A.   Modal dasar :

•    Usaha ini memang relatif membutuhkan ruangan yang cukup besar. Karena itu, jika garasi atau halaman rumah Anda tidak terlalu besar, Anda bisa menyewa ruko kosong atau tempat lain yang bisa Anda sulap jadi tem­pat latihan.

•    Peralatan senam dan fitness. Harga peralatan ini memang relatif mahal. Untuk meminimalisir biaya, Anda bisa mencari alat-alat second berkualitas yang bisa Anda cari melalui media internet atau melalui buku yellow pages. Biaya bisa berkisar antara Rp 10 jutaan untuk alat-alat yang sederhana hingga ratusan juta untuk alat yang lebih spesifik.

•     Karyawan yang paling penting di usaha ini adalah pelatih senam atau instruktur  fitness

B.   Persiapan :

Untuk menggeluti usaha ini, Anda dapat membidik pasar perumahan atau perkantoran. Saat ini orang-orang memang lebih memperhatikan bentuk tubuh mereka. Karena itu, pasar itu sangat potensial untuk digarap. Buatlah selebaran atau poster yang ditempel di sekitar tempat yang jadi target pasar Anda. Buat paket murah meriah. Saat ini, bahkan di beberapa perumahan kelas menengah, ada pusat kebugaran yang menawarkan paket mulai dari Rp 30 ribu per bulan dengan pemakaian alat mingguan. Atau ada juga yang menawarkan Rp 5 ribu untuk sekali datang. Dengan harga semurah itu, member akan lebih mudah di jaring. Sesekali, kalau perlu undang instruktur yang punya nama untuk memberikan pelatihan sehari yang mana untuk pelatihan tersebut peserta ditarik uang lebih.

C.  Proyeksi pendapatan:

Dengan sewa Rp 5 ribu per orang sekali datang, rata-rata pelatihan kebugaran bisa kedatangan sekitar 100 orang per hari. Itu belum termasuk dari yang menjadi anggota tetap, jika seorang ditarik Rp 30 ribu per bulan, pelatihan kebugaran seperti ini dapat menjadi sebuah usaha yang cukup prospektif untuk terus berkembang. Namun perlu diingat, usaha seperti ini juga perlu memperhatikan faktor kenyamanan, karena itu, jika sudah sampai pada titik tertentu, peralatan harus ditambah menyesuaikan jurnlah anggota dan peserta yang terus berdatangan. Selain itu, instrukturnya pun perlu ditambah. Perhitungkan juga biaya perawatan peralatan tersebut.

D. Tingkat kesulitan : Relatif sedang.

A.   Modal dasar :

•    Kendaraan motor atau mobil dengan biaya bahan bakar yang diperhitungkan.

•  Jaringan usaha jasa antar barang lain yang bonafide, jika memang ingin mengembangkan jasa antar ini hingga ke luar daerah.

•     Database klien perusahaan yang dijadikan calon rekanan.

•    Jika usaha ini terus berkembang, ada baiknya Anda segera mengurus perijinan ke departemen terkait sehingga usaha Anda pun akan lebih bonafide.

•     Karyawan yang paling penting di usaha ini adalah kurir pengantar. Bisa dimulai dengan dua orang dan bertambah seiring dengan banyaknya orderan.

•    Katalog orderan makanan (untuk usaha jasa antar makanan) dan katalog harga antar barang.

B.  Persiapan :

Untuk  usaha jasa antar barang dan makanan ini yang penting adalah unsur kecepatan dan layanan yang prima. Khusus untuk layanan antar barang, seperti juga antaran dokumen, sebagai langkah awal ada baiknya Anda menawarkan jasa antar ini pada perusahaan yang Anda kenal dekat terlebih dahulu. Tawarkan jasa pengiriman dalam kota dengan kendaraan yang Anda miliki. Kalau sifataya jarak jauh, Anda bisa bekerjasama dengan perusahaan lain yang lebih besar dan bonafide untuk membantu Anda mengirimkan barang antaran tersebut. Sedang untuk antaran makanan, Anda dapat bekerja sama dengan restoran atau waning makan tertentu untuk menjadi jasa antar delivery order mereka. Dengan kerjasama ini, mereka tidak perlu mempunyai divisi delivery sehingga akan rnenekan biaya produksi. Sedang bagi Anda, ini dapat menjadi peluang di mana Anda bisa melayani aneka pesanan makanan untuk diantar kepada konsumen. Untuk kerjasama ini, Anda bisa membuat katalog pesanan berdasar restoran yang telah berhasil Anda ajak ker­jasama. Sebar katalog ini di lingkungan kantor, perumahan, atau tempat lain yang Anda anggap strategis. Kalau perlu, buka layanan antar 24 jam. Sebab, tak jarang para pekerja yang sering lembur kadang kesulitan mencari makanan di malam hari.

C.  Proyeksi pendapatan:

Untuk usaha jenis ini, Anda bisa menjual jasa pengantaran dalam kota dengan harga mulai Rp 10 ribu per barang, tergantung pada berat dan jenis risiko barang yang diantar. Untuk pengiriman ke luar kota bisa dilakukan negosiasi de­ngan pihak yang Anda ajak kerjasama.

Untuk jasa antar makanan, Anda bisa menerapkan harga sekitar 10%-20% dari harga makanan pesanan sebagai ongkos jasa kiriman tersebut. Anda bisa juga menjadi semacam katering kantoran dengan menawarkan paket menu makanan berbeda dap hari. Bisa dengan harga mulai Rp 10 ribu per menu, tergantung jenis makanan yang dipesan. Beri harga khusus bagi pelanggan tetap Anda.

D. Tingkat kesulitan : Relatif sedang.

A.  Modal dasar :

•     Kendaraan motor atau mobil dengan biaya bahan bakar yang diperhitungkan.

•    Jaringan usaha jasa antar barang lain yang bonafide.

•     Database klien perusahaan yang dijadikan calon target.

•     Kartu nama perusahaan.

•    Jika usaha ini terus berkembang, ada baiknya Anda segera mengurus perijinan ke departemen terkait sehingga usaha Anda pun akan lebih bonafide.

•     Karyawan yang paling penting di usaha ini adalah kurir pengantar. Bisa dimulai dengan dua orang dan bertambah seiring dengan banyaknya orderan.

B.   Persiapan :

Untuk jasa antar barang, surat, dan dokumen penting ini yang sangat diperlukan adalah kepercayaan dari pelanggan Anda. Karena itu, sebagai langkah awal ada baiknya Anda menawarkan jasa antar ini pada perusahaan yang Anda kenal dekat terlebih dahulu. Tawarkan jasa pengiriman dalam kota dengan kendaraan yang Anda miliki. Kalau sifatnya jarak jauh, Anda bisa bekerjasama dengan perusahaan lain yang lebih besar dan bonafide untuk membantu Anda mengirimkan barang antaran tersebut. Untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan, perlu diadakan jalinan kerjasama dengan kontrak dokumen resmi.

C.  Proyeksi pendapatan :

Untuk usaha jenis ini, Anda bisa menjual jasa pengantaran dalam kota dengan harga mulai Rp 5 ribu – Rp 10 ribu per dokumen. Untuk pengiriman ke luar kota bisa dilakukan negosiasi de­ngan pihak yang Anda ajak kerjasama.

Bagi perusahaan yang sudah mulai banyak mempercayakan pengantaran dokumennya pada Anda, maka Anda bisa memberlakukan sistem paket. Misalnya satu bulan Rp 2 juta untuk pengantaran dalam kota dengan jumlah maksimal 400 surat atau misalnya dengan harga Rp 3 juta tanpa batas maksimal jumlah kiriman surat dalam satu kota.

D. Tingkat kesulitan : Relatif sedang.

A.  Modal dasar:

•     Pengetahuan dasar tentang mengasuh anak.

•    Alat bermain anak yang bisa disesuaikan dengan usia anak. Untuk mendatangkan berbagai peralatan ini dibutuhkan biaya yang sangat relatif, bisa kecil atau besar tergantung jenis permainan yang disediakan. Untuk awal, kira-kira peralatan itu bisa didatangkan dengan biaya sekitar Rp 3 jutaan. Perhitungkan juga biaya yang dikeluarkan untuk makanan kebutuhan anak atau susu anak.

•     Sewa baby sitter atau pengasuh anak. Jika perlu, sewa juga ahli atau psikolog anak-anak. Untuk keperluan ini, memang membutuhkan biaya ekstra tinggi. Untuk baby sitter bisa dengan gaji bulanan Rp 500 ribu. Sedang untuk ahli anak, biaya yang dikeluarkan tentu jauh lebih tinggi. Sangat disarankan, untuk meminimalisir biaya, Anda bekerjasama saja dengan salah satu ahli anak dengan sistern bagi hasil. Demikian juga dengan baby sitter, Anda bisa menerapkan gaji minimalis yang bisa bertambah tergantung dengan jumlah anak yang diasuh.

•    Untuk tempat penitipan Anda bisa mengubah salah satu ruang di rumah Anda jadi taman bermain anak. Atau, jika rumah Anda tidak terlalu besar, Anda bisa menyewa tempat yang disulap jadi kantor sekaligus tempat bermain anak. Biaya sewa tempat bisa mulai dari sekitar Rp 1,5 jutaan per bulan.

 

Untuk karyawan di awal bisa menggunakan baby sitter satu atau dua orang dulu tergantung kebutuhan. Sedang ahli anaknya di awal bisa satu saja dulu.

 

B.   Persiapan :

Untuk membuka tempat penitipan anak, mulailah dulu dari anak-anak di sekitar lingkungan yang Anda kenal. Selain lebih mudah mendapat kepercayaan karena sudah saling kenal, Anda pun lebih mudah mengontrol kondisi yang ter-baik yang diinginkan anak seperti layaknya di rumah sendiri. Untuk tahap berikutnya, Anda bisa mulai dari anak-anak relasi Anda di kantor atau relasi lain yang membutuhkan jasa ini karena kesibukan di kantor. Jasa seperti ini tingkat keberhasilannya banyak dipengaruhi oleh promosi dari mulut ke mulut karena bisnis ini biasanya berlandaskan rasa keper­cayaan. Oleh karena itu, manfaatkan relasi atau rekan yang pernah menggunakan jasa Anda untuk merekomendasikan usaha ini di lingkungan mereka. Selain itu, untuk sarana pro­mosi, Anda bisa memberikan tawaran jemput dan antar anak ke rumah.

 

C.  Proyeksi pendapatan :

Untuk usaha jasa penitipan anak ini, Anda bisa mulai dengan harga kira-kira Rp 50 ribu per hari. Bisa kurang atau lebih dari itu tergantung pada pelayanan dan kekomplitan penitipan anak yang Anda buka.

Jika Anda menggunakan jasa ahli psikologi anak atau ahli gizi anak, Anda bisa menjadikan hal itu sebagai nilai lebih yang bisa menaikkan tarif penitipan anak yang Anda miliki.

Melalui konsultasi yang diberikan pada ibu atau keluarga si anak, Anda bersama rekan Anda bisa menawarkan harga khusus untuk itu. Jika tidak, Anda pun bisa menawarkan jasa tersebut dalam satu paket dengan harga khusus pula. Misalnya, tarif mingguan Rp 400 ribu plus konsultasi di akhir pekan.

D. Tingkat kesulitan : Relatif sulit.

1.Dengan modal sendiri yang anda keluarkan dari kocek anda.

 

2.Meminjam uang pada institusi keuangan seperti bank dengan mengajukan agunan ataupun tanpa agunan.

 

3.Meminta pembayaran di muka dari konsumen untuk produk yang anda jual.

 

4.Kerjasama modal di mana orang lain mempercayakan uangnya untuk kita kelola dan mereka mendapatkan keuntungannya.

 

5.Bagi hasil dimana orang lain meminjamkan asetnya seperti peralatan,lahan,rumah,mesin-mesin atapun pemikiran-pemikiran mereka untuk memperoleh pembagian keuntungan dari usah/bisnis yang kita jalani.

 

6.Franchise.Saat ini franchise banyak di minati karena wirausahwan tinggal menyiapkan modalnya saja sedangkan sistem manajemennya,marketingnya,keuangannya dan promosinya sudah di atur oleh pemilik franchise.

 

7.Perantara/calo.Dalam hal ini kita tinggal memiliki informasi pembeli maupun penjual untuk nantinya kita mendapatkan komisi dari transaksi bisnis itu sendiri.

 

8.Memperkerjakan tenaga ahli.Dimana kita menggaji mereka di akhir setelah proyek yang mereka kerjakan selesai seperti proyek-proyek pembangunan rumah tinggal.

 

9.Menjadi konsultan.Dimana kita hanya menjual ide-ide cemerlang dan pemikiran-pemikiran kita dan kita akan mendapatkan fee-nya.

 

10.Barter dengan suatu produk dimana dengan produk itu orang lain mendapatkan keuntungannya.

1.Dorongan untuk berprestasi.

Hal ini adalah suatu hal inti kewirausahaan yang penting.Hal ini mendorong sangat kuat untuk seseorang berjuang mencapai sesuatu yang dapat memuaskan dan membanggakan dirinya.

 

2.Dorongan untuk berpengaruh kepada orang lain.

Hal ini mendorong seseorang untuk menempatkan dirinya dalam barisan terdepan dan diakui sebagai pemimpin.

 

3.Membuat perhitungan dalam mengambil resiko.

Seorang wirausahawan yang berhasil selalu memperhitungkan resiko-resiko yang ada.Dan dia selalu menyadari resiko pasti akan ada.

 

4.Berpikir nasibnya lebih ditentukan oleh hasil kerja kerasnya sendiri.

Wirausahawan percaya kegagalan adalah akibat ketidaktepatan / kekurangmampuannya dalam bertindak dan keberhasilan merupakan akibat ketepatannya dalam mengambil tindakan.

 

5.Keinginan mandiri.

Seorang wirausahawan punya dorongan kuat tidak ingin tergantung kepada perintah maupun pemikiran orang lain.

 

6.Menghargai arti pentingnya waktu.

Seorang wirausahawan berkeyakinan masa lalu adalah sebuah pembelajaran dan masa depan di lihat sebagai peluang besar.Mendapatkan peluang sangat tergantung kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan/tindakan.

 

7.Belajar dari pengalaman.

Wirausahawan cenderung senang terhadap perubahan.Dimana mereka berubah di saat waktu yang sudah tidak tepat lagi.

 

8.Menghargai hasil.

Wirausahawan fokus pada hasil akhir dan tidak menyukai proses yang berbelit-belit dan berorientasi pada solusi dari suatu masalah.

 

9.Cenderung melakukan proses dengan tangannya sendiri.

Wirausahawan cenderung terjun langsung dalam menangani usahanya/bisnisnya sendiri agar mengetahui secara detail kendala-kendala yang terjadi di lapangan.

 

10.Menabung.

Wirausahawan gemar menabung dan menganggap uang sebagai modal untuk terus menambah asset usahanya/bisnisnya.Ingat.Menabung pangkal kaya bukan

 

 

Oleh karena itu marilah anda melihat diri anda sendiri dan belajar untuk memahami pola pikir dan kebiasaan seorang wirausahawan seperti yang saya beberkan di atas.Selama anda memiliki harapan besar di tunjang dengan keyakinan yang kuat lalu diemplementasikan dalam tindakan-tindakan dan perhitungan yang matang,anda akan bisa menjalankan sebuah usaha yang sukses dan mampu memperhitungkan resiko-resiko yang ada.